Profil Hematologi dan Pemantauan Dosis Petugas Radiologi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2014-2015

NFN Jahiroh, Nunung Hendrawati, Maya Marinda Montain

Abstract


Abstrak
Latar belakang : Petugas radiologi mempunyai risiko untuk terpapar radiasi. Pemantauan kesehatan dan dosis para petugas radiologi wajib dilakukan untuk mengidentifikasi adanya gejala awal atau tanda kerusakan awal akibat paparan radiasi dan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan petugas radiologi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko paparan radiasi pada petugas radiologi berdasarkan hasil pemeriksaan hematologi dan pemantauan dosis.
Metode : Kajian ini menggunakan desain deskriptif dengan metode potong lintang. Subyek yang digunakan dalam kajian ini terdiri dari ahli radiologi, radiografer dan petugas administrasi yang bekerja di Instalasi Radiologi, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode 2014-2015. Data yang digunakan yaitu data sekunder dari hasil pemeriksaan kesehatan berkala tahun 2014-2015, berupa data karakteristik demografi dan pemeriksaan laboratorium. Hasil pengukuran dosis radiasi dari laboratorium pemantauan dosis perorangan - Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan dan Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Hasil : Jumlah petugas radiologi laki-laki sama dengan jumlah petugas perempuan, sebanyak 58,4% petugas berusia 31-40 tahun, 75% petugas berpendidikan DIII radiologi, 33,3% petugas dengan lama kerja 11-15 tahun. Hasil pemeriksaan kadar Ht, leukosit, dan LED menunjukkan semua petugas masih dalam batas normal. Petugas yang mempunyai kadar Hb rendah meningkat menjadi 33,3% pada tahun 2015 dari tahun 2014 (25%). Petugas yang mengalami anemia normositik meningkat dari 16,5% (2014) menjadi 25% (2015). Sebanyak 16,6% petugas mempunyai kadar serum besi yang rendah, sebanyak 25% petugas mempunyai jumlah retikulosit yang rendah. Hasil pemantauan dosis radiasi pada tahun 2014 dan 2015 menunjukkan semua petugas radiologi masih dibawah Nilai Batas Dosis.
Kesimpulan : Secara keseluruhan hasil pemeriksaan hematologi dan pemantauan dosis petugas radiologi masih dalam batas normal.

 

Abstract
Background : The officer radiology at risk for exposure to radiation. Health monitoring and dose the radiology staff must be conducted to identify the presence of early symptoms or signs of early damage due to exposure to radiation and to ensure the safety and health of radiology staff. This study aims to increase awareness of the risks of radiation exposure in radiology staff based on the results of hematology and dose monitoring.
Methods : The study used a descriptive design with cross sectional method. The subjects used in this study consists of radiologists, radiographers and administrators who work in Radiology, Prof. RSPI Dr. Sulianti Saroso period 2014-2015. The data used is secondary data from periodic health examination results year 2014-2015, in the form of data on demographic characteristics and laboratory tests. The results of the laboratory measurement of radiation dose monitoring individual dose - Safety Center Health

Facilities and Technology Center Safety and Radiation Metrology - National Nuclear Energy Agency (BATAN).
Results : The number of male officers radiology equal to the number of women officers, as many as 58.4% of 31-40-year-old clerk, 75% of the officers educated DIII radiology, 33.3% of the officers working with 11-15 years old. Examination results hematocrit levels, leukocytes, and LEDs indicate all the officers are still within normal limits. Officers who have low Hb level increased to 33.3% in 2015 from 2014 (25%). Officers who are anemic normositik increased from 16.5% (2014) to 25% (2015). A total of 16.6% of the officers had serum iron levels are low, as many as 25% of the officers had a low reticulocyte count. Radiation dose monitoring results in 2014 and 2015 shows all radiology staff is still below the dose limit value.
Conclusion : Overall results of the monitoring of hematology and radiology staff doses are within normal limits.

 


Keywords


Profil hematologi, Pemantaun dosis, Petugas radiologi,Hematological profile, Dose monitoring, Radiology staff

Full Text:

PDF

References


Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Efek Radiasi terhadap Manusia [Internet]. 2005. Available from: http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/2-3.htm

Sumarsono. Efek radiasi [Internet]. 2008. Available from: http://ss-radiology.blogspot.co.id/2008/08/efek-radiasi.html3. Rani M. Efek Radiasi Pengion terhadap Jaringan Tubuh [Internet]. 2014. Available from: http://anodakatoda.blogspot.co.id/2014/02/efek-radiasi-pengion-terhadap-jaringan.html

Richardson DB, Cardis E, Daniels RD, Gillies M, Jacqueline A, Hagan O, et al. Risk of cancer from occupational exposure to ionising radiation : retrospective cohort study of workers in France , the United Kingdom , and the United States ( INWORKS ).

Thierry-chef I. Low doses of ionizing radiation increase risk of death from solid cancers Low doses of ionizing radiation increase risk of death from solid cancers. 2015;(October):1–2.

Sulaeman ES. Analisis Pemaparan Radiasi Terhadap Profile Hematologi Pekerja Radiasi Divisi Radiologi Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang. Universitas Diponegoro; 2003.

Mayerni, Ahmad A, Abidin Z. Dampak Radiasi Terhadap Kesehatan Pekerja Radiasi di Rsud Arifin Achmad, Rs Santa Maria Dan Rs Awal Bros Pekanbaru. J Ilmu Lingkung. 2013;7(1):114–27.

Badan Pengawas Tenaga Nukllir Republik Indonesia. Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 4 tahun 2013 tentang Proteksi dan Keselamatan Radiasi dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir. 2013.

Rahardjo T, Nlirhayati S. Pemeriksaan Hematologi pada pekerja radiasi. In presentasi ilmiah fungsional teknis non peneliti, 18 desember 2006.ISSN: 1410-5381; 2006. p. 22–31.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir RI. Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Pemantauan Kesehatan Untuk Pekerja Radiasi. 2010.

Badan Pengawas Tenaga Nukllir Republik Indonesia. Peraturan kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 8 tahun 2011 tentang Keselamatan Radiasi Penggunaan Pesawat Sinar-X Radiologi Diagnostik dan Intervensional. 2011.

Peraturan Pemerintah RI Nomor 33 tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif.; 2007.




DOI: https://doi.org/10.32667/ijid.v3i2.34

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

The Indonesian Journal of Infectious Disese (IJID) has been covered by these following indexing services.

 Google Scholar  Mendeley

 


Secretariat Address :

Research Instalation

Sulianti Saroso Infectious Disease Hospital

Jl. Baru Sunter Permai Raya, Jakarta Utara 143040

Telp : (021) 6506559  ext 3119

www. ijid-rspisuliantisaroso.co.id

Email : jurnal@ijid-rspisuliantisaroso.co.id