Efektivitas Uji Kontaminan Melalui Peluruhan Gas CO2 Terhadap Ruang HCU Isolasi Airborne di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso

Titi Sundari

Abstract


Latar belakang : Kualitas udara ruang isolasi  dapat diketahui melalui pengujian sistem tata udara, salah satunya menggunakan gas karbon dioksida (CO2) yang diasumsikan sebagai kontaminan udara. Waktu yang dibutuhkan untuk meluruhkan konsentrasi CO2 sebesar 6000 ppm pada suatu ruang tertutup dengan luas maksimal 46 m2 (500 ft2) adalah 15-20 menit dengan pertukaran udara sebesar 12 ACH. Tujuan studi ini untuk mengetahui besaran tingkat pembersihan kontaminan udara, pergantian udara serta efektivitas ventilasi, filterasi dan resirkulasi udara pada ruang isolasi airborne melalui metode peluruhan CO2. Metode : Uji eksperimental terhadap ruang HCU isolasi airborne di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso pada bulan Oktober 2017 menggunakan gas CO2 yang disemburkan sejumlah 5127 ppm. Hasil dibaca oleh alat pengukur emitter dalam tiap 30 detik selama 30 menit atau sampai nilai konsentrasi CO2 awal (baseline) tercapai. Algoritma konsentrasi CO2 dianalisis regresi linier. Hasil : Waktu yang dibutuhkan untuk meluruhkan konsentrasi CO2 dari 5127 ppm menjadi besaran konsentrasi semula/baseline sebesar 51 ppm adalah 27 menit (0,4 jam). Pergantian udara sebesar 10,1 ACH. Efektivitas ventilasi dan filterasi udara di ruang HCU sejumlah 84.16%. Persamaan garis regresi yang dihasilkan  (Algoritma peluruhan CO2) Y = 8.332 -10.067X . Kesimpulan : Besaran tingkat pembersihan kontaminan udara  di ruang HCU isolasi airborne  RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso menunjukkan hasil yang cukup baik dengan durasi pembuangan berkisar 27 menit dan pergantian udara sebesar 10,01 ACH, yang berarti bahwa efektivitas ventilasi, filterasi dan resirkulasi udara di ruang HCU sebesar 84,16%.


Keywords


isolasi airborne, peluruhan gas CO2, efektivitas tata udara

Full Text:

PDF

References


Pedoman Tatalaksana Klinis Flu Burung ( H5N1 ) di Rumah Sakit. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.933/Menkes/ SK/VII/2010.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Teknis Bangunan dan Prasarana Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama Untuk Mencegah Infeksi Yang Ditransmisikan Melalui Udara (Airborne Infection) [Internet]. 2014. Available from: http://cwmbc.co.id/ reportc3/2014/Doc. 3.1.2-KSDA-TR-2014 Pedoman Teknis Pengembangan PES Jasling Air.pdf

WHO. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) yang Cenderung Menjadi Epidemi dan Pandemi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. 2007; Available from: http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/69707/14/WHO_CDS_EPR_2007.6_ind.pdf

United States of America. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) - Healthcare Infection Control Practices Advisory Committee. Guidelines for Environmental Infection Control in Health-Care Facilities. US Dep Heal Hum Serv Centers Dis Control Prev Atlanta, GA 30329 [Internet]. 2003;(2003):126–31. Available from: https://www.cdc.gov/infection control/pdf/guidelines/environmental-guidelines.pdf%0Ahttps://www. cdc.gov/vhf/ebola/healthcare-us/hospitals/infection-control.html %0Ahttps://www.cdc.gov/vhf/ebola/healthcare-us/cleaning/hospitals. html%0Ahttps://www.cdc.gov/vhf

ASHRAE (American Society of Heating, Refirgeration and AE). Design Manual for Hospitals and Clinics. 2013.

Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. 2017;1–172. Available from: http://hukor.kemkes. go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._27_ttg_Pedoman_Pencegahan_dan_Pengendalian_Infeksi_di_FASYANKES_.pdf

Pressurization F. Standard Test Method for Determining Air Change in a Single Zone by Means of a. Time. 2009;00(Reapproved 2006):1–17.

Manzeis R, K S, V L, J P. Measuring Air Changes per Hour with Carbon Dioxide. Crit Care Med. 2000;1:1–11.

American Society for Testing and Materials International. ASTM E 741 Standard Test Method for Determining Air Change in a Single Zone by Means of a. Vol. 00, ASTM International Standard. 2008. p. 1–17.

Laussmann D, Helm D. Air Change Measurements Using Tracer Gases. Chem Emiss Control Radioact Pollut Indoor Air Qual. 2004;365–404.

Simmons C, Boelter F, Crawford G. Using Carbon Dioxide as a Tracer Gas to Measure Air Change Rate in a Single Zone. AIHce 2004 [Internet]. 2004;48–48. Available from: http://link.aip.org/link/AIHPRO/ v2004/i1/p48/s1&Agg=doi

PT. Metcoindo Penta Perkasa. Laporan Pengujian Kontaminasi Udara Melalui Peluruhan CO2 Di Ruang HCU RSPI. Prof. Dr. Sulianti Saroso. 2017.

Taharica Group. Manajemen Karbon Dioksida Dalam Ruangan (Indoor) Gedung Dan Bangunan. 2018.

Stuart BR, Sweet E, Batchelder A. Assessing general ventilation effectiveness in the laboratory. J Chem Heal Saf [Internet]. 2014;1–6. Available from: http://dx.doi.org /10.1016/j.jchas.2014.10.001

Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. Pedoman Operasional dan Pemeliharaan Peralatan Kesehatan. p. 2001.




DOI: https://doi.org/10.32667/ijid.v4i2.55

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

The Indonesian Journal of Infectious Disese (IJID) has been covered by these following indexing services.

 Google Scholar  Mendeley

 


Secretariat Address :

Research Instalation

Sulianti Saroso Infectious Disease Hospital

Jl. Baru Sunter Permai Raya, Jakarta Utara 143040

Telp : (021) 6506559  ext 3119

www. ijid-rspisuliantisaroso.co.id

Email : jurnal@ijid-rspisuliantisaroso.co.id