Kajian Analisis Kinerja Surveilans Epidemiologi Pada Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2015

Kinerja surveilans SARS 1x24 Hours DBD

Authors

Downloads

Latar Belakang: Peran rumah sakit didalam Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) adalah melakukan kajian epidemiologi ancaman KLB, memberikan peringatan kewaspadaan dini KLB dan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap KLB. Penyakjt Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit berpotensial KLB/Wabah yang wajib dilaporkan selambat lambatnya 1 x 24 jam. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 4695/1.772.11 tanggal 29 Juli 2015 tentang Umpan Balik Laporan SARS 1x24 Jam dilaporkan bahwa kinerja pelaporan Surveilans Aktif Rumah Sakit (SARS) Penyakit Potensial KLB/Wabah di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2015 yaitu <38% (termasuk dalam kategori kurang). Tujuan kajian adalah mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kinerja surveilans aktif rumah sakit pada SKD kasus DBD di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2015. Metode: Kajian ini menggunakan metode survey explanatory, dimana data primer diperoleh melalui lembar kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui lembar isian observasi/pengamatan pada sistem/aplikasi SARS 1x24 Jam di Instalasi Rekam Medis. Hasil: SDM yang melaksanakan SARS 1x24 Jam yaitu di Instalasi Rekam Medik sebanyak satu orang, sarana prasarana yang terpasang dengan aplikasi online SARS 1x24 Jam hanya ada satu, Rekam Medik belum memiliki regulasi internal dan anggaran /dana untuk mendukung kinerja SARS 1x24 Jam. Jejaring kerja Rekam Medis terkait SARS 1x24jam adalah dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi kinerja SARS 1x24 jam di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2015 adalah sarana prasarana.